my activity

Jumat, 06 Mei 2016

monolog danseni musik panting AMKS PAhid



film inspirasi

https://www.youtube.com/watch?v=a9Bx9uNUueA

dari video di atas sangat menginfirasis kita semua,
ada salah satu murid murudiid di sekolah yang dapat tugas menggambar super hero
oleh gurunya, dan anak tersebut menggambar seorang petugas kebersihan sebagai super hero, yang mengharukn lagi petugas kebersihan tersebut adlah ibunya sendiri, dan dia tidak malu ibu nya bekerja seperti itu, malah anak tersebut bangga, dan anak tersebut setelah pulang sekolah langsung membantu ibunya membersihkan dan menyapu pinggiran jalan, dan ibu guru di sekolahmya melihat langsung kerjaan anak tersebut dan membuat ibu guru tersebut sangat terharu.
nah dari situ sangat terlihat karakter dari anak kecil tersebut, itulah yang seharusnya juga tertanam bagi anak indonesia, tugas guru agar lebih menekankan pendidikan karakter terhadap peserta didik.

review buku larry king "Seni Berbicara"

Description: D:\P_20151228_101057.jpg
   Seni Berbicara (Larry King / Bill Gilbert)
Salah satu hal yang saya pelajari adalah tak seorang pun tak dapat diajak bicara, bila kita memiliki sikap yang tepat . setelah membaca buku ini saya insyaAllah mampu mengikuti segala percakapan dengan penuh keyakinan, dan saya akan tahu cara menyampaikan pesan dengan efektif, dalam situasi apa pun.
Sebagian hal yang akan saya temukan dalam seni berbicara kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja:
·         Kunci sukses bicara dengan orang yang belum dikenal
·         Rahasia sukses pidato dan presentasi
·         Cara jitu menyampaikan berita buruk
·         Mengatasi rasa malu dan membuat orang lain merasa nyaman
·         Memesona dengan humor
·         Apa yang harus dikatakan dalam wawancara
·         Tiga kunci menuju pembicaraan bisnis yang sukses
·         Delapan hal yang dimliki para pembicara terbaik
·         Bicara efektif di panggung efektif
·         Menghadapi media masa

·         Seni mengelak

PERAN MAHASISWA PAI UMY UNTUK MEMPERBAIKI PENDIDIKAN di INDONESIA

PERAN MAHASISWA PAI UMY UNTUK MEMPERBAIKI PENDIDIKAN di INDONESIA

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah salah satu jurusan yang ada  di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.  Yang dimana jurusan PAI salah satu jurusan yang mencetak pendidik yang berkualitas untuk pendidikan di Indonesia, salah satu upaya dari PAI UMY untuk mencetak guru yang berkualitas yaitu dengan adanya dosen – dosen yang berkualitas untuk mengajarkan serta melatih para mahasiswa agar nantinya menjadi guru yang berkualitas.
Salah satu upaya dari dosen-dosen PAI UMY untuk mencetak para calon guru yang berkualitas yaitu para dosen mengajarkan berbagai macam ilmu tentang dasar ilmu, cara, wawasan yang luas, dan sistem yang berkaitan dengan kependidikan. Metode adalah salah satu yang ditekankan para dosen untuk membekali para mahasiswanya agar siap untuk menjadi pendidik yang profesional. Dari situ dijelaskan para dosen tentang berbagai macam metode pembalajaran dan mahasiswa dituntun untuk mempraktekkan berbagai macam metode yang di ajarkan dosen. Setelah belajar tentang metode, saya selaku mahasiswa PAI UMY termotivasi untuk lebih berkreasi dalam masalah metode pembalajaran PAI, salah satu upaya dalam berkreasi tersebut saya mencoba untuk menciptakan metode baru tentang metode pembalajaran PAI dengan seni.
Metode seni dalam pembalajaran PAI adala sesuatu yang asing kita dengar, biasanya dalam metode pembalajaran PAI kebanyakan menggunakan metode ceramah, disini saya mencoba mengkreasikan lewat seni. Berkaca kezaman sejarah islam di Indonesia, seperti zaman wali songo, para wali songo menyebarkan agama islam di Indonesia melalui seni, seperti Sunan Kalijaga, beliau mengajarkan Agama Islam lewat media wayang. Dari situ saya mencoba mempraktekkan lagi metode seni untuk mengajarkan PAI di Indonesia. Pada zaman sekarang masih ada yang mempraktekkan metode seni sebagai media syiar Islam seperti Group Kyai Kanjeng yang di motori oleh cak nun, tapi caknun melalu pendidikan agama nonformal, sedangkan saya mencoba mempraktekkan di pendidikan formal.


Dalam masa sekarang para pelajar di Indonesia sebagian menganggap PAI adalah pelajaran wajib yang tidak terlalu penting, di Indonesia sendiri seperti pelajaran Bahasa Indonesia, PKn sebagai peajaran wajib, dan PAI adalah salah satu pelajaran wajib juga, karena di indonesia penduduknya sebagian besar beragama islam sehingga PAI adalah satu pelajaran wajib. Dari situ saya sebagai mahasiswa PAI UMY mencoba agar para pelajar di indonesia agar lebih mencintai pelajaran agama, karena dalam agama mengajarkan bagaimana bersosial, aturan aturan hidup, dan juga pendidikan karakter, Pendidikan karakter adalah salah satu visi dan misi yang sangat di tekankan dalam kurikulum 2013 yang sekaran mulai di aplikasikan, apakah upaya pendidikan karakter itu sudah tercapai dan di realisasikan di indonesia ? . tentunya hal tersebut masih dalam proses.  

PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK

PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan. (https://id.wikipedia.org/wiki/Televisi)
        Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.
Membahas tentang pengaruh telivisi terhadap moral anak, tentunya sangat menarik untuk dibahas, yang dimana sekarang tayangan telivisi sangat mempengaruhi moral dan tingkah laku anak, namun kita jangan hanya memandang dengan sebelah mata, tidak semua tayangan berdampak buruk bagi moral anak , dan Undang Undang sudah mengatur tentang tayangan stasiun tv, Undang Undang Penyiaran Nomor 32 tahun 2002 ”mewajibkan bagi lembaga penyiaran untuk bertanggung jawab dalam menjaga nilai moral, tata susila, budaya, kepribadian dan kesatuan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa setiap acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi di Indonesia harus memenuhi standard yang ditentukan atau yang menjadi acuan bagi pembangunan moral masyarakat”.

Pada faktanya stasiun telivisi masih banyak memberi pengqruh negatif terhadap moral anak seperti, sinetron (FTV). Dari sinetron banyak sekali perilaku pemainnya yang mempengaruhi moral anak seperti dari segi berpakaian, berbicara, dan tingkah laku yang kurang patut untuk ditiru. Maka dari itu, pemerintah harus lebih tegas dalam mengatasi hal tersebut agar tidak membuat moral anak bangsa menjadi rusak.