PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi
sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom
(hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan
dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio
("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan
sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.
(https://id.wikipedia.org/wiki/Televisi)
Moral adalah nilai ke-absolutan
dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. apabila yang dilakukan seseorang itu
sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima
serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki
moral yang baik, begitu juga sebaliknya.
Membahas tentang pengaruh telivisi
terhadap moral anak, tentunya sangat menarik untuk dibahas, yang dimana
sekarang tayangan telivisi sangat mempengaruhi moral dan tingkah laku anak,
namun kita jangan hanya memandang dengan sebelah mata, tidak semua tayangan
berdampak buruk bagi moral anak , dan Undang Undang sudah mengatur tentang
tayangan stasiun tv, Undang Undang Penyiaran Nomor 32 tahun 2002 ”mewajibkan
bagi lembaga penyiaran untuk bertanggung jawab dalam menjaga nilai moral, tata
susila, budaya, kepribadian dan kesatuan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa
setiap acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi di Indonesia harus memenuhi
standard yang ditentukan atau yang menjadi acuan bagi pembangunan moral
masyarakat”.
Pada faktanya stasiun telivisi masih
banyak memberi pengqruh negatif terhadap moral anak seperti, sinetron (FTV).
Dari sinetron banyak sekali perilaku pemainnya yang mempengaruhi moral anak
seperti dari segi berpakaian, berbicara, dan tingkah laku yang kurang patut
untuk ditiru. Maka dari itu, pemerintah harus lebih tegas dalam mengatasi hal
tersebut agar tidak membuat moral anak bangsa menjadi rusak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar